Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Menutup Pelajaran

Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Menutup Pelajaran
Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Menutup Pelajaran

Pada kesempatan sebelumnya Dokumen SD telah membagikan sebuah informasi mengenai Kegiatan Awal Pembelajaran dapat Menentukan Keberhasilan dalam Proses Pembelajaran. Pada kesempatan ini Dokumen SD kembali membagikan informasi serupa dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Informasi tersebut antara lain adalah mengenai Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Munutup Pelajaran yang dirasa mungkin akan bermanfaat bagi anda seorang guru yang ingin menambah wawasan dalam pemberian pelajaran terhadap muridnya di sekolah.

Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Menutup Pelajaran

Sejatinya seorang guru yang profesional dalam mengajar tentunya memiliki sebuah cara atau metode serta cara penyampaian yang bisa dibilang istimewa. Bagaimana tidak, dia mampu menerapkan mengenai ilmu yang dia sampaikan kepada muridnya dan muridnya tersebut tidak pernah lupa mengenai pelajaran yang telah ia serap dari gurunya pada waktu dulu. 

Guru yang Profesional mampu memberikan dan menyajikan apa yang ia sampaikan kepada muridnya tanpa merasa tertekan dan hal tersebut yang akan Dokumen SD pada kali ini akan sampaikan. Semoga apa yang Dokumen SD sampaikan ini dapat menambah wawasan serta bermanfaat tentunya.

Keterampilan seorang guru yang profesional di dalam membuka dan menutup pelajaran merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap guru. Jika ditelaah secara umum mengenai Keterampilan Membuka pelajaran ialah yang berhubungan dengan segala upaya atau usaha seorang guru di dalam memulai sebuah pembelajaran. Dan untuk keterampilan menutup pelajaran ialah sebuah keterampilan yang berhubungan dengan apa yang guru usahakan atau upayakan di dalam mengakhiri sebuah pelajaran/pembelajaran.

Di dalam membuka pelajaran, tentunya anda sudah membacanya dalam artikel sebelumnya yang Dokumen SD telah bagikan kepada anda. Pada pengetian di atas mungkin ada yang menafsirkan mengenai membuka dan menutup pelajaran itu hanya terjadi pada sebuah awal serta akhir sebuah pelajaran. Namun pendapat tersebut tidak sebenarnya benar. Membuka dan Menutup pelajaran itu bisa saja terjadi pada awal dan akhir sebuah penggal kegiatan pelajaran

Sepeti yang kita ketahui bahwa kegiatan pembelajaran itu terbagi menjadi tiga bagian, awal, inti, dan akhir pembelajaran. Keterampilan membuka pelajaran dan menutup pelajaran itu sebenarnya terjadi pada setiap kegiatan, yaitu pada kegiatan awal pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran serta kegiatan akhir pembelajaran.

Kegiatan Membuka  Pelajaran

Tentunya sudah tidak perlu Dokumen SD jelaskan lagi mengenai membuka dan menutup pelajaran. Langsung saja yu, sebenarnya komponen di dalam membuka dan menutup pelajaran itu terdiri dari beberapa komponen yang harus dikuasai oleh seorang guru. Apa saja itu ? Komponen tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Menarik Perhatian Siswa
  2. Menimbulakan Motivasi
  3. Memberi Acuan
  4. Membuat Kaitan
Ketiga hal tersebut pada umumnya haruslah dikuasi oleh setiap guru. Komponen atau unsur dari pada penyusun kegiatan membuka dan menutup pelajaran tersebut acap kali dilupakan. Mungkin hanya 2 atau 1 komponen saja yang sering dilakukan oleh seorang guru dalam membuka pelajaran. Apalagi untuk guru yang baru pertama kali mengajar. Hal tersebut memang pada fakultas keguruan telah diajarkan, namun ya namanya juga manusia tentunya jarang yang mengingat ketiga komponen tersebut di atas.

Baiklah Dokumen SD akan jelaskan sedikit mengenai komponen dalam membuka dan menutup pelajaran seperti yang diuraikan di atas. 

1. Kenapa harus Menarik Perhatian Siswa ? Jawabannya tentu saja karena hal tersebut akan menjadi perhatian siswa di dalam penyampaian pelajaran di dalam kelas. Menarik perhatian siswa itu bisa dilakukan dengan  beberapa cara seperti misalnya :
  • Variasikan gaya mengajar anda sebagai seorang guru, seperti halnya dengan memvariasikan beberapa gaya seperti suara atau nada bicara misalnya yang dalam arti nada tersebut dari rendah ke tinggi atau sebaliknya. Nada bicara itu seperti mempertegas sebuah penyampaian, baik itu dari nada tinggi ke nada rendah maupun dari nada rendah ke tinggi. Coba anda lakukan kepada peserta didik anda. Apakah hal tersebut berhasil atau tidak. Jika tidak, mungkin sebaiknya anda mencoba hal lainnya.
  • Cobalah menggunakan alat-alatbantu mengajar yang mungkin dapat menarik perhatian siswa. Seperti pada zaman sekarang coba gunakan alat bantu belajar misalnya dengan projector, atau anda menggunakan sebuah gadget yang anda pahami seperti misalnya tablet, laptop, atau yang lainnya yang anda miliki atau yang disediakan di sekolah. Manfaatkanlah hal tersebut.
  • Gunakan pola interaksi yang variatif atau bervariasi. Pola interaksi yang bagaimana yang harus anda lakukan ? Misalnya dengan pemberian tugas secara singkat sebagai bahan evaluasi yang dikerjakan secara individu. Demikian halnya dengan penggal berikutnya anda bisa menggunakan pola interaksi seperti pemberian tugas kecil yang dikerjakan dalam kelompok kecil, selanjutnya jika pola interaksi pada sebelumnya dirasa ada peningkatan maka anda gabungkan pola interaksi yang klasikal atau perorangan. Perlu anda ingat bahwa jika anda menggunakan pola interaksi yang monoton tentunya hal tersebut akan menurunkan perhatian siswa atau peserta didik.
2. Menimbulkan Motivasi. Tujuan dari pada membuka pelajaran adalah untuk membangkitkan minat atau motivasi siswa dalam memasuki sebuah pembelajaran yang akan berlangsung atau memasuki sebuah topik atau kegiatan yang akan dipelajari. Maka seorang guru haruslah berusaha agar bisa membangkitkan motivasi belajar peserta didiknya pada setiap baik itu awal pelajaran ataupun sebuah penggal pelajaran/kegiatan. Dibawah ini adalah beberapa motivasi yang mungkin bisa anda gunakan dalam memberikan motivasi kepada peserta didik anda, seperti misalnya :
  • Sikap yang hangat serta antusias. Sebuah kehangat serta antusias yang ditunjukan oleh seorang guru adalah merupakan sebuah awal dari munculnya sebuah keinginan dari setiap siswanya dalam kegiatan belajar mengajar. Sikap seorang guru di depan kelas akan sangat menentukan dalam tinggi rendahnya sebuah motivasi siswa mengenai minat belajarnya. Sikap hangat serta bersahabat akan berpengaruh pastinya terhadap pembelajaran yang berlangsung. Jadi biasanya anda agar tidak memiliki sikap acuh terhadap siswa.
  • Menimbulkan rasa ingin tahu siswa. Guru yang memiliki sikap di atas tentunya pada selanjutnya akan menimbulkan sikap rasa ingin tahu yang besar terhadap pelajaran yang mereka pelajari di dalam kelas. Rasa ingin tahu inilah yang berpengaruh terhadap keberhasilan dalam belajar mengajar. Tingkatkan rasa ingin tahu peserta didik dengan cara misalnya menampilkan sebuah gambar atau barang yang tentunya berdampak positif yang diertai dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat rasa ingin tahu mereka meningkat.
  • Mengemukakan sebuah ide yang dirasa bertentangan. Ide yang dirasa bertetangan harus dikemukakan oleh seroang guru, sehingga menimbulkan pertanyaan yang  selanjutnya bisa dilontarkan kembali kepada peserta didik anda sehingga nantinya akan tercipta suasana yang akrab dan positif. Gunakan hal tersebut seperti halnya perbedaan antara kehidupan di desa dan di kota yang berhubungan dengan kegiatan pelajaran yang akan dihadapi/diberikan pada saat itu.
  • Perhatikanlah minat siswa. Sebuah keinginan/minat para siswa akan sangat berdampak pada pembelajaran yang mereka pelajari. Gunakanlah kesempatan tersebut agar suatu topik yang diberikan terhadap mereka serta yang merujuk terhadap keinginannya untuk terus belajar mengikuti sebuah topik yang mereka pelajari. Sebab itu, guru haruslah bisa memilih dan memilah sebuah topik yang akan diberikan terhadap peserta didiknya.
3. Memberi Acuan. Acuan diberikan pada peserta didik yang pada dasarnya untuk memberikan penjelasan terhadap topik atau kegiatan yang akan mereka pelajari atau yang akan dipelajari oleh mereka. Pemberian acuan bisa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Mengemumakakan sebuah tujuan dan topik yang akan di bahas
  • Menyarankan berupa langkah-langkah yang dilakukan
  • Mengingatkan kembali mengenai pokok bahasan yang akan dipelajari
  • Mengajukan beberapa pertanyaan
4. Membuat sebuah kaitan. Salah satu unsur yang bermanfaat adalah memberikan sebuah kaitan yang akan dipelajari serta bisa dibilang bermakna apabila pelajaran yang akan dipelajari oleh peserta didik dikaitkan terhadap apa yang telah mereka pelajari pada pelajaran sebelumnya. Hal demikian inilah yang harusnya diperhatikan oleh seorang guru

Kegiatan Menutup Pelajaran

Pada uraian di atas ialah mengenai Membuka Pelajaran, nah sekarang Dokumen SD akan menjelaskan secara singkat mengenai Menutup Pelajaran. Kegiatan menutup pelajaran tidak selalu terdapat pada kegiatan akhir pelajaran, namun dalam setiap penggal kegiatan juga harus diakhiri. Apa yang yang harus dilakukan dalam kegiatan Menutup Pelajaran ? Simak uraian singkatnya di bawah ini :
  1. Meninjau kembali (me-review)
  2. Menilai
  3. Memberi tindak lanjut
1. Meninjau kembali (me-review). Sikap meninjau kembali atau me-review kegiatan pembelajaran tentunya dengan tujuan agar mengetahui sejauh mana peserta didik menyerap pelajaran yang diberikan oleh guru. Meninjau kembali bisa dilakukan dengan dua cara seperti misalnya merangkum inti pelajaran dan membuat sebuah ringkasan pelajaran.

2. Menilai atau mengevaluasi pelajaran disetiap penggal kegiatan. Menilai atau mengevaluasi pelajaran bisa dilakukan dengan beberapa macam cara seperti diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Tanya jawab
  • Mendemonstrasikan keterampilan
  • Mengaplikasi ide-ide baru
  • Menyatakan pendapat mengenai sebuah masalah yang telah dibahas
  • Memberikan soal atau pertanyaan secara tertulis kepada peserta didik
3. Memberi tindak lanjut. Supaya siswa/peserta didik bisa mengembangkan atau memantapkan sebuah kemampuan yang baru saja dipelajari, seorang guru senantiasa perlu melakukan atau memberikan tindak lanjut seperti :
  • tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara individual
  • tugas kelompok untuk membuat sesuatu atau mungkin juga bisa memecahkan sebuah permasalahan berdasarkan konsep pelajaran yang dipelajari.
Demikian apa yang Dokumen SD bisa uraikan secara singkat mengenai Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran yang harus dikuasai oleh seorang guru, sehingga membuat guru tersebut menjadi seorang guru yang profesional di bidangnya serta berkompeten. Semoga Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Menutup Pelajaran dapat juga memberikan atau menambah wawasan guru dalam dunia pendidikan. Terima kasih

0 Response to "Keterampilan Seorang Guru Profesional dalam Membuka dan Menutup Pelajaran"

Post a Comment