Panduan Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar

Panduan Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar
Panduan Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar

Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar

Sebelumnya Dokumen SD telah membagikan informasi mengenai Pengetian Hakikat, Tujuan, dan Fungsi Pepustakaan Sekolah. Pada kesempatan ini juga Dokumen SD akan membagikan mengenai Panduan Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas yang Baik dan Benar dan dilengkapi dengan contoh dari pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tersebut.

Sebelum kita membahas mengenai Langkah-langkah membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang baik dan Benar, kita harus tahu dulu apa itu PTK dan apa saja Manfaat PTK tersebut ?

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Arti lain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pastinya tidak asing lagi. Ya paling tidak, istilah tersebut tidak terlalu asing bagi anda. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ialah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di dalam kelasnya sendiri dengan refleksi diri yang bertujuan untuk memperbaiki kinerja dengan harapan hasil belajar siswa meningkat. 

Karakteristik PTK ialah :
  1. Dalam kata inggrisnya An inquiry of practice from within (yaitu sebuah penelitian yang berawal dari keseriusan guru melalui kinerjanya)
  2. Istilah lain dapat ditemui yaitu Self-reflective inquiry (yaitu metode utama ialah refleksi diri, bersifat tidak terlalu longgar, namun mengikuti kaidah-kaidah sebuah penelitian)
  3. Fokus penelitian yang berupa kegiatan pembelajaran
  4. Tujuannya adalah untuk memperbaiki pembelajaran

Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar

Langkah-langkah dalam PTK adalah satu unsur atau satu siklus yang dengan beberapa tingkatan antara lain adalah :
  • Merencanakan Perbaikan
  • Melaksanakan tindakan
  • mengamati, dan
  • melakukan refleksi
Dengan merencanakan perbaikan yang dilakukan terlebih dahulu adalah perlu dilakukan identifikasi masalah dan juga analisis perumusan masalah. Identifikasi masalah bisa dilakukan dengan cara mengajukan sebuah pertanyaan terhadap diri sendiri mengenai pembelajaran yang dikelola. Sesudah masalah teridentifikasi, selanjutnya masalah perlu dianalisis melalui cara melakukan refleksi serta menelaah beberapa dokumen yang terkait. Dengan hasil analisis, kemudian dipilih serta dirumuskan beberapa masalah yang paling mendesak serta mungkin dipecahkan oleh guru. Masalah selanjutnya dijabarkan secara operasional supaya menjadi memandu usaha perbaikan.

Setelah masalah dijabarkan, langkah selanjutnya ialah mencari/mengembangkan mengenai cara perbaikan, yang dilakukan melalui mengkaji teori serta hasil penelitian yang relevan, berdiskusi melalui teman sejawat serta pakar, serta menggali sebuah pengalaman sendiri. Berdasarkan hasil tersebut yang dicapai melalui langkah ini, kemudian dikembangkan cara perbaikan atau juga tindakan yang sesuai melalui kemampuan serta komitmen guru, kemampuan siswa, sarana serta fasilitas yang tersedia, dan iklim belajar serta iklim kerja di sekolah.

Pelaksanaan tindakan dimulai melalui mempersiapkan rencana pembelajaran serta skenario tindakan termasuk bahan pelajaran serta tugas-tugas, menyiapkan alat pendukung/sarana lain yang diperlukan, mempersiapkan cara merekam serta menganalisis data, serta melakukan simulasi pelaksaan apabila diperlukan.

Dengan melaksanakan tindakan/perbaikan, observasi serta interpretasi dengan simultan. Aktor utama ialah guru, tetapi guru bisa dibantu dengan alat perekam data/teman sejawat dengan pengamat. Agar pelaksanaan tindakan sesuai secara kaidah PTK, perlu diterapkan 6 kriteria berikut ini :
  1. Sebuah Metodologi penelitian tidak sampai mengganggu komitmen seorang guru selaku pengajar
  2. Pengumpulan data tiada sampai menyita waktu guru terlalu begitu banyak
  3. Metedologi serta secara reliabel (handal) sehingga guru bisa menerapkan strategi yang sesuai melalui situasi kelasnya
  4. Masalah yang ditangani guru layak sesuai melalui kemampuan serta komitmennya
  5. Guru harus melihat berbagai aturan (Etika) yang erat kaitannya melalui tugasnya
  6. PTK harus memperoleh dukungan dari beberapa orang masyarakat sekolah
Pengumpulan data melalui PTK bisa dilakukan melalui berbagai teknik antara lain : wawancara, Observasi, rekaman, Catatan Harian, angket, dan analisis dokumen hasil belajar seorang siswa.

Tahapan sebuah Observasi serta interpretasi dilakukan bersamaan beserta sebuah pelaksanaan tindakan perbaikan. Disamping untuk menginterpretasikan kejadiran yang timbul sebelum direkam, interpretasi pula membantu seorang guru melakukan sebuah penyesuaian. 

Observasi yang bersifat efektif yang berlandaskan pada 5 prinsip adalah :
  1. Wajib ada perencanaan seiring antara guru serta pengamat
  2. Fokus Observasi wajib ditetapkan bersama-sama
  3. Guru serta Pengamat harus bisa membangun sebuah kriteria observasi bersama
  4. Pengamat wajib mempunyai sebuah keterampilan yang mengobservasi serta
  5. Observasi bisa bermanfaat jika sebuah balikan diberikan secepatnya serta mengikuti beberapa aturan
Ada 4 jenis Observasi yang bisa dipilih, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Sebuah Observasi Terbuka
  2. Sebuah Observasi Terfokus
  3. Sebuah Observasi Testruktur
  4. Sebuah Observasi Sistematik
Observasi yang memiliki tujuan memantau proses serta dampak perbaikan dilakukan melalui mengikuti 3 langkah yang adalah merupakan 1 siklus yang kerap berulang, adalah :
  1. Sebuah Pertemuan pendahuluan atau bisa juga sebuah perencanaan
  2. Sebuah Pelaksanaan Observasi, serta
  3. Sebuah Diskusi balikan
Agar ke-3 tahapan tersebut dapat berlangsung efektif, sebuah hubungan guru serta pengamat wajib didasari dengan saling mempercayai satu sama lain, fokus kegiatan ialah berupa perbaikan, proses tergantung melalui pengumpulan serta pemanfaatan data yang berupa objektif, seorang guru didorong agar mengambil sebuah kesimpulan, dari setiap tahap observasi yang merupakan proses sebuah berkesinambungan, juga guru serta pengamat adalah merupakan proses sebuah perkembangan profesional yang bisa saling menguntungkan satu sama lain.

Selain itu juga dengan observasi, sebuah data mengenai dengan pembelajaran bisa terkumpulkan dengan catatan atau berupa laporan harian bagi guru, catatan untuk harian siswa, sebuah wawancara (yang dilakukan antara guru serta siswa, pengamat serta siswa, dan pengamat serta guru), sebuah angket serta telaah untuk berbagai dokumen.

Analisis data bisa terjadi melalui menyeleksi serta mengelompokan data, memaparkan/mendeskripsikan data melalui bentuk pernyataan. Dengan hasil analisis yang refleksi, yaitu renungan bisa juga mengingat kembali apa yang telah berhasil buat. Berdasarkan hasil melalui refleksi, guru tersebut melakukan sebuah perencanaan berupa tindak lanjut, yang berisi revisi melalui sebuah rencana lama, bisa juga baru sama sekali.

Dengan menemukan sebuah masalah pembelajaran adalah merupakan sebuah langkah awal dalam membuat PTK. Masalah dalam pembelajaran sangat beragam, seperti halnya masalah yang berkaitan strategi pembelajaran, hasil belajar siswa, sarana serta fasilitas pembelajaran, atau juga kurangnya motivasi siswa dalam belajar untuk menemukan masalah, perlu dilakukan identifikasi masalah.

Identifikasi masalah bisa dilakukan dengan berbagai cara, contohnya :
  1. Dengan cara melakukan sebuah refleksi agar dapat mendiagnosis pembelajaran yang kita kelola
  2. Melihat hasil belajar para siswa
  3. Bisa juga dengan melakukan diskusi bersama teman sejawat, bahkan bersama kepala sekolah bisa juga dengan dosen LPTK
Masalah yang telah diidentifikasi perlu dianalisis supaya akar penyebab masalah bisa kita temukan. Analisis masalah bisa dilakukan paling tidak dengan 3 cara, ialah :
  1. Merenungkan kembali masalah tersebut bersama melakukan intropeksi/refleksi melalui pertanyaan yang ajukan pada diri sendiri, kenapa masalah tersebut sampai terjadi
  2. Bertanya kepada siswa baik melalui angket maupun wawancara langsung tentang presepsinya terhadap pembelajaran, serta
  3. menelaah berbagai dokumen seperti pekerjaan rumah siswa, soal-soal ulangan, serta hasil ulangan/latihan siswa. 
Analisis berakhir jika akar penyebab masalah sudah ditemukan.

Berdasarkan akar penyebab masalah, kita dapat merumuskan masalah pembelajaran dalam bentuk masalah/pertanyaan penelitian yang akan dicari jawabannya dalam PTK. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah dibuat dalam bentuk kalimat tanya, mengandung aspek yang akan diperbaiki dan upaya memperbaikinya.

Jika sebuah masalah telah dirumuskan, selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah segera mengembangkan sebuah tindakan perbaikan, yang diperhitungkan dapat mengatasi sebuah masalah  pembelajaran tersebut. Agar dikembangkan segera tindakan perbaikan yang perlu dilakukan adalah hal berikut ini :
  1. Sebuah Kajian teori-teori yang berupa relevan, selanjutnya ditetapkan teori yang mana yang sekiranya sesuai untuk diterapkan agar dapat mengatasi masalah tersebut.
  2. Lakukan diskusi bersama seorang yang ahli dalam pembelajaran/ahli dalam bidang studi agar dapat menemukan sebuah cara perbaikan/memvalidasi sebuah teori yang telah ditetapkan
  3. Kita selanjutnya bisa mengingat pengalaman milik kita sendiri untuk mengatasi masalah yang sama
Sebuah Rencana Perbaikan Pembelajaran (RP) yang dibuat dengan memakai sebuah format yang mirip dengan sebuah format Rencana Pembelajaran (RP). Letak perbedaannya, yaitu didalam sebauh RPP terletak tujuan untuk perbaikan, sebuah deskripsi yang kegiatan lebih rinci, dan pertanyaan, juga soal, dan sebuah kunci jawaban dicantumkan di dalamnya secara lengkap. Namun dalam Rencana Perbaikan unsur tersebut tidak selalu merta ditulis. Sebuah format dapat disesuaikan dengan sebuah format yang berlaku di dalam sekolah masing-masing.

Selanjutnya untuk membuat sebuah RPP yang dibilang akurat dan juga bisa diandalkan didalam pelaksanaannya, perlu dilakukan beberapa langkah sebagai berikut :
  1. Buatlah sebuah skenario pembelajaran
  2. Selanjutnya siapkan sarana dan juga fasilitas pembelajaran
  3. Susunlah sebuah RPP yang lengkap
  4. Simulasikanlah pelaksanaan pembelajaran yang berdasarkan RPP agar bisa melihat kelayakannya, juga
  5. Sempurnakanlah RPP yang berdasarkan hasil dari simulasi
Langkah atau Prosedur juga alat pengumpul data bisa ditentukan berdasarkan masalah serta tujuan perbaikan. Namun jika seorang guru meminta kepada teman sejawat agar melakukan observasi pelaksanaan perbaikan, juga lembar observasi wajib disepakati dahulu sebelumnya. Karena apabila data yang terkumpul cenderung kepada sebuah data kualitatif, maka sebuah prosedur serta alat pengumpul data dapat bisa berupa observasi dengan memakai sebuah lembar observasi, sebuah wawancara berdasarkan panduan wawancara, dan juga catatan guru, serta sebuah refleksi.

Proposal PTK diperlukan jika guru ingin ikut perlombaan PTK atau mendapat dana untuk melaksanakan PTK yang diusulkan. Format proposal biasanya ditentukan oleh sponsor/penyelenggara. Dari segi administratif proposal dapat bervariasi, namun dari segi subtansi ke-PTK-an, pada umumnya sama. Komponen kunci jawaban sebuah proposal PTK adalah sebagai berikut :
  1. Judul
  2. Bidang Kajian
  3. Pendahuluan, yang memuat latar belakang munculnya masalah serta akar penyebab masalah
  4. Perumusan dan Pemecahan masalah, yang terdiri dari perumusan masalah, pemecahan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian
  5. Kajian Pustaka
  6. Rencana dan Prosedur Penelitian
Di samping komponen kunci, juga terdapat komponen pendukung/komponen administratif, seperti jadwal penelitian, personilia penelitian, biaya penelitian, dan lampiran.

Sebagai pelaksana PTK, guru mempunyai peran/tugas yang lebih besar dibandingkan guru yang menngajar tanpa melaksanakan PTK. Pada tahap perencanaan guru pelaksana PTK harus membuat persiapan yang lebih rinci, menetapkan tujuan perbaikan, mencantumkan pertanyaan yang akan diajukan, mendeskrispikan dengan cermat setiap langkah kegiatan, serta melakukan kesepakatan dengan teman sejawat yang akan membantu mengamatinya.

Pada tahap pelaksanaan, di samping mengajar sebagai biasa, guru pelaksana PTK juga harus mengumpulkan data yang terkait dengan tindakan perbaikan yang sedang dilaksanakan. Data dapat dikumpulkan melalui catatan kecil, ingatan, dan pekerjaan siswa. Setelah pelajaran usai, guru pelaksana PTK harus segera menghimpun data dan melakukan refleksi, melengkapi data yang masih kurang melalui dialog dengan siswa dan teman sejawat yang membantu, serta melakukan perbaikan yang akan dijadikan masukan untuk perencanaan berikutnya.

Guru pelaksana PTK sangat perlu membangun kolaborasi dengan teman sejawat, baik di sekolah sendiri maupun dari sekolah lain, serta dengan pakar bidang studi dan dosen LPTK. Kolaborasi perlu dilakukan agar masalah yang dihadapi dapat dianalisis secara cermat, kemudian direncanakan tindakan perbaikan yang sesuai dengan hakikat masalah, teori yang relevan, serta pengalaman di bidang yang serupa. Kolaborasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pertemuan KKG, PKG, pendekatan pribadi, dan melalui media.

Pelaksanaan Tindakan Perbaikan harus diawali dengan persiapan akhir, yang meliputi pemeriksaan/pengecekan berbagai kegiatan/aspek berikut :
  1. Komponen Rencana Perbaikan secara keseluruhan
  2. Kelogisan/kualitas pertanyaan yang akan diajukan
  3. Ketersediaan alat-alat pelajaran yang diperlukan
  4. Mencobakan alat-alat pelajaran yang akan digunakan
  5. Urutan kegiatan pada setiap tahap
  6. Kesiapan lembar observasi yang akan digunakan
  7. Kesiapan teman sejawat untuk membantu sebagai pengamat jika memang diperlukan
Semua Kegiatan ini perlu dilakukan untuk meyakinkan keberhasilan tindakan perbaikan. Setelah melakukan persiapan akhir, guru siap untuk melakukan tindakan perbaikan.

Pelaksanaan tindakan perbaikan berlangsung di kelas guru sendiri sesuai dengan rencana perbaikan yang telah disiapkan. Selama pelaksanaan perbaikan, di samping mengajar, guru mengumpulkan data, yang dapat dilakukan dengan bantuan teman sejawat atau tanpa bantuan. Oleh karena itu, guru perlu membuat catatan jika ada kesempatan, atau segera mencatat peristiwa penting setelah pelajaran usai.

Keberhasilan tindakan perbaikan banyak tergantung dari keyakinan guru akan langkah-langkah yang telah disiapkan, kesiapan guru untuk melakukan perbaikan, dan tentu saja komitmen dan kerja keras.

Refleksi dilakukan setelah data pembelajaran diolah, atau setelah guru mempunyai gambaran tentang keberhasilan/kegagalan atau kekuatan/kelemahan tindakan perbaikan yang dilakukan. Kekuatan ingatan dan kejujuran dalam melakukan refleksi akan sangat membantu guru menemukan kekuatan dan kelemahan tindkan perbaikan yang dilakukan, sehingga dapat dihasilkan masukan yang bermankna bagi perencanaan daur berikutnya.

Data penelitian tindakan kelas pada dasarnya dikumpulkan oleh guru yang berperan sebagai peneliti dan pengajar, dan jika perlu dapat dibantu oleh teman sejawat. Data tersebut lebih banyak bersifat kualitatif, meski ada juga yang berupa data kuantitatif.

Analisis data adalah upaya yang dilakukan oleh guru yang berperan sebagai peneliti untuk merangkum secara akurat data yang telah dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar.

Sehubungan dengan penjelasan di atas, maka analisis sebuah kajian dilakukan secara memilih dan memilah serta mengelompokan, sebuah data yang ada, dan merangkumnya, selanjutnya menyajikan kedalam bentuk yang bisa dengan mudah dibaca serta dipahami. Penyaji melakukan hasil analisis secara data kualitatif dapat dibuat didalam sebuah bentuk uraian yang singkat, serta bagan alur, juga tabel yang sesuai dengan hakikat data secara dianalisis.

Dari data kualitatif yang dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif agar dapat anda lakukan dengan membuat sebuah tabel distribusi/grafik. Interpretasi data ialah sebuah upaya seorang peneliti agar dapat menemukan makna dari sebuah data yang terkumpulkan untuk bisa menjawab sebuah pertanyaan dari pada penelitian. Kegunaan Analisis yang dilakukan secara akurat juga sebuah metode penyajian yang secara pasti akan memungkinkan sebuah tafsiran atau interpretasi dari hasil penelitian yang dirasa akurat atau valid itu. Dengan demikian, seorang guru harus lebih hati-hati dalam melakukan sebuah analisis. Sebuah tidak akuratnya data bisa diminimalkan dengan cara anda lakukan "cross check" dengan berbagai sumber data/dengan sebuah data lain yang sama. Hal tersebut dilakukan supaya anda mampu melakukan sebuah analisis data, seorang guru seyogyanya wajib banyak melakukan sebuah latihan dan juga bekerja berkelompok.

Menyimpukan adalah mengikstisarkan atau memberi pendapat berdasarkan apa-apa yang diuraikan sebelumnya. Sejalan dengan itu, kesimpulan atau simpulan adalah kesudahan pendapat atau pendapat terakhir yang dibuat berdasarkan uraian sebelumnya.

Dalam sebuah kaitan dengan Penelitian Tindakan Kelas, kesimpulan haruslah disusun dengan singkat, padat, juga jelas, yang sesuai dengan uraian, serta mengacu pada sebuah pertanyaan penelitian atau sebuah tujuan dalam perbaikan. Sebuah kesimpulan harus juga disusun dengan secara sistematis yang sesuai urutan sebuah dari pada pertanyaan penelitian atau tujuan perbaikan.

Langkah-langkah penyusunan untuk kesimpulan haruslah dilakukan melalui :
  1. Memeriksa serta memahami pertanyaan penelitian/tujuan perbaikan
  2. Lekukan Mencermati, menganalisis, serta mensintesis sebuah deskripsi temuan,
  3. Melakukan menulis kesimpulan untuk setiap sebuah pertanyaan penelitian atau tujuan sebuah perbaikan,
  4. Langkah selanjutnya memeriksa kesesuaian antara pertanyaan penelitian atau tujuan perbaikan dengan deskripsi temuan, serta kesimpulan.
Saran dimaknai sebagai pendapat (sebuah usul, serta anjuran, dan juga cita-cita) yang dikemukakan untuk dipertimbangkan. Dalam kaitan dengan PTK, sarang merupakan pemikiran yang diajukan oleh guru peneliti untuk menindaklanjuti hasil penelitiannya.

Sebuah saran tindak lanjut dari pada hasil PTK harus memenuhi aturan sebagai berikut :
  1. Haruslah bersumber/sesuai dengan kesimpulan
  2. Haruslah bersifat konkret, operasional, serta penting sehingga menarik untuk dilaksanakan oleh seorang guru
  3. Harus jelas sasarannya, apakah ditujukan hanya kepada guru atau  juga kepada sekolah, atau bisa juga barangkali untuk instansi lain, juga
  4. Haruslah bisa meliputi hal-hal yang erat berkaitan dengan sebuah metodologi dalam penelitian
Pembuatan sebuah  saran bisa dilakukan melalui langkah sebagai berikut :
  1. Lakukan secara cermat sebuah kesimpulan dari hasil PTK
  2. Mengkaji beberapa aspek yang terdapat pada kesimpulan tersebut yang dirasa perlu penindaklanjutan yang dilakukan oleh guru peneliti, atau juga guru lain, bahkan sekolah
  3. Menetapkan hasil kepada siapa saran tersebut yang akan ditujukan
  4. Melakukan penulisan saran

Laporan PTK

Sebuah Laporan PTK ialah sebuah laporan yang penulisannya ditulis secara sistematis berdasarkan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri. Laporan ini ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, harus diserahkan kepada pihak sponsor, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh pada guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan.

Sistematika laporan PTK pada umumnya tidah jauh berbeda dari laporan penelitian formal. Sesuai dengan format Laporan PTK yang terdapat dalam Panduan Direktorat Jendral Pendidikan, maka Sistematika Laporan PTK dibuat sebagai berikut :

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Abstrak
Daftar Isi
I. Pendahuluan
      A. Latar Belakang Masalah 
      B. Rumusan Masalah
      C. Tujuan Penelitian
      D. Manfaat Penelitian
II. Kajian Pustaka
III. Pelaksana Penelitian
      A. Subjek Penelitian (lokasi, waktu, mata pelajaran, kelas dan karakteristik siswa)
      B. Deskripsi per Siklus 
IV. Hasil Penelitian serta sebuah Pembahasan
       A. Deskripsi per Siklus (data tentang rencana, pengamatan, refleksi)
       B. Pembahasan dari setiap siklus
V. Kesimpulan dan Saran
       A. Kesimpulan
       B. Saran

       Daftar Pustaka
       Lampiran

Penjelasan :
  • Sebuah Judul dari pada penelitian haruslah menggambarkan sebuah aktivitas perbaikan yang dilaksanakan sebagai dari pada sebuah fokus PTK. 
  • Sebuah Abstrak bisa memuat sebuah sari pati dari pada setiap komponen dalam penelitian, mulai dari masalah, tujuan penelitian, pelaksanaan penelitian, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan dan saran. Dengan membaca abstrak, orang bisa mendapat gambaran umum mengenai sebuah PTK yang dilaporkan.
  • Sebuah pendahuluan bisa memuat lata belakang munculnya masalah, analisis dan perumusan masalah, serta tujuan serta manfaat penelitian. 
  • Sebuah Kajian Pustaka yang menguraikan tentang berbagai teori/hasil penelitian yang terkait dengan masalah penelitian, yang dapat dijadikan sebuah acuan didalam merancang perbaikan serta membahas sebuah hasil penelitian.
  • Sebuah pelaksanaan penelitian yang mengungkapkan mengenai sebuah subjek dari pada penelitian, prosedur pelaksanaan per siklus, yang diawali dengan dari sebuah perencanaan, sebuah pelaksanaan, sebuah pengumpulan data, serta sebuah cara refleksi
  • Sebuah hasil penelitian serta Pembahasan menyajikan dari pada hasil sebuah penelitian beberapa siklus dengan menggunakan data lengkap, diawali dari sebuah perencanaan, sebuah pelaksanaan dan pengamatan, sebuah refleksi, yang berisi penjelasan tentang keberhasilan serta kelemahan yang terjadi. Bagian ini didukung dengan tabel dan grafik dan disertai dengan pembahasan yang mangapa hasilnya seperti itu.
  • Sebuah kesimpulan serta saran refleksi berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran untuk menindaklanjuti dari pada hasil penelitian tersebut.
  • Sebuah Daftar pustaka yang memuat semua sumber penelitian yang digunakan sebagai acuan yang disusun secara  abjad dengan memakai menggunakan gaya dari pada penulisan tertentu.
Di dalam menulis sebuah laporan PTK, haruslah diperhatikan berbagai ketentuan, misal :
  1. Sebuah Etika penulisan
  2. Sebuah Penggunaan bahasa Indonesia yang ragam tulis
  3. Sebuah Berbagai ketentuan dalam teknis
Di dalah sebuah Etika penulisan meliputi :
  1. Sebuah Kejujuran
  2. Sebuah Keobjektifan 
  3. Sebuah Pengutipan
Ke 3 aspek tersebut sangat berkaitan erat. Kejujuran seorang menuntut yang penulis jujur terhadap diri sendiri dan orang lain dengan mengungkapkan dan menafsirkan data/informasi apa adanya tanpa dicampuri oleh kepentingan pribadi. Keobjektifan yang menuntut seorang penulis menyajikan informasi sebagaimana adanya, tanpa sebuah manipulasi, lalu yang terbaca oleh pembaca memang benar adanya. Pengutipan berkaitan dengan mengutip atau menggunakan pendapat orang lain dalam tulisan. Dlaam hal ini, penulisa harus mencantumkan sumber kutipan dengan mengikuti aturan yang berlaku.

Penggunaan bahasa Indonesia ragam tulis, menuntut penulis memperhatikan kaidah-kaidah bahasa tulis, sehingga tingkat keterbacaan laporan menjadi tinggi. Kaidah bahasa tulis aling tidak mencakup pilihan kata, struktur kalimat, paragraf, dan ejaan. Kata/istilah yang digunakan dalam laporan seyogianya merupakan kata/istilah baku yang diketahui oleh umum, kalimat cukup lugas dan memenuhi unsur-unsur kalimat sempurna, paragraf merupakan paparan buah pikiran yang utuh, serta cara penulisan harus mengikuti aturan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Ketentuan teknis berkaitan dengan penampilan laporan yang mudah dibaca. Ketentuan ini mencakup sistem penomoran, cara mengutip, serta huruf, spasi dan margin. Sistem penomoran dapat menggunakan sistem digit atau campuran angka dan huruf, asal digunakan secara konsisten. Cara mengutip mengikuti aturan America Psychology Association (APA), sedangkan huruf yang digunakan adalah Times New Roman atau Arial dengan font size 12, spasi 1,5 serta margin 4 cm dari pinggir kiri dan atas, dan 3 cm dari pinggir kanan dan bawah.

Laporan PTK dapat didiseminasikan melalui berbagai pertemuan tatap muka seperti seminar, rapat kerja, kelompok kerja guru (MGMP dan KKG) disamping melalui berbagai media seperti majalah, jurnal, atau buletin.

Sekian penjelesan singkat mengenai Panduan Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar, semoga bermanfaat. Terima kasih telah berkunjung.

Untuk yang mencari Contoh dari pada PTK, dapat anda download di bawah ini :
  1. Download Contoh PTK & Cara Membuat PTK (Penelitian Tindakan Kelas) Lengkap Dengan Panduannya Gratis
  2. Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
  3. LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) MATEMATIKA
  4. Download Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) PAUD
  5. UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS III SD NEGERI GUNUNGSARI PADA PEMBELAJARAN TEMATIK MELALUI METODE TALKING STICK.docx
  6. Upaya Peningkatan Minat Belajar Sains/IPA Menggunakan Metode Pembelajaran yang Bervariasi pada Kelas III-A SMP N 2 Nanggulan.doc
  7. UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA PESERTA DIDIK KELAS V(LIMA) SDN GUNUNGSARI MELALUI MEDIA CD INTERAKTIF.docx
  8. UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN GUNUNGSARI MELALUI MEDIA SEDOTAN.docx
  9. UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA  KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 SAMUDRA KULON.doc
  10. UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH BAGI SISWA  KELAS III SDN KENDANGSARI III.doc
  11. Upaya Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Metode Pemberian Tugas Pekerjaan Rumah Bagi Siswa  Kelas V Sekolah Dasar Negeri 1 Kedewatan Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar.doc
  12. UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DALAM POKOK BAHASAN MENELADANI SIKAP KEPAHLAWANAN DAN PATRIOTISME TOKOH-TOKOH DI LINGKUNGAN PADA SISWA KELAS IV SDN 01 JOSENAN KOTA MADIUN.docx
  13. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ALQUR’AN DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI METODE READING ALOUD DAN CARD SORT MAPEL PAI ASPEK QUR’AN HADITS SISWA KELAS X SMA N 1 SEMARANG SEMESTER GENAP.docx
  14. UPAYA MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PRAKTIKUM MATA PELAJARAN FISIKA DENGAN CARA SALING MENGAMATI PADA SISWA KELAS 8 SMP NEGERI 2 CILAWU.doc
  15. UPAYA MENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SMART BOARD VERSI 10.8 DI SMA BINA INSANI KELAS 10 PROGRAM INTERNASIONAL.docx
  16. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA DENGAN METODE BERMAIN PADA SlSWA KELAS A DI TK DHARMA WANITA TANGUNAN KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO SEMESTER l.doc
  17. PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC DAN MODEL TPS PADA SISWA KELAS VA SDN TAMBAKAJI 04 SEMARANG.docx
  18. PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI STRATEGI PICTURE AND PICTURE SISWA KELAS V SD NEGERI SUMURAGUNG II SEMESTER I.docx
  19. PENGGUNAAN MODEL BANGUN TIGA DIMENSI DARI KERTAS KARTON UNTUKMENINGKATKAN PEMEHAMAN SISWA TENTANG KONSEP 3 DIMENSI PADA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS X, SEMESTER GENAP DI SMAN 24, KABUPATEN TANGERANG.doc
  20. PENGGUNAAN MEDIA MONOPOLI UNTUK MENIGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPS KELAS V SD NEGERI GUNUNGSARI.docx
  21. Penggunaan Media Lidi Untuk Meningkatkan Keterampilan Siswa Pada Penjumlahan Bilangan Bulat Di Kelas IV SD Negeri 1 Karanganyar.docx
  22. PENGGUNAAN CD PENGAJARAN BICARA SEBAGI SUPLEMEN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MAHASISWA DALAM PRAKTEK PENGAJARAN BICARA KONSONAN S PADA ANAK TUNARUNGU.docx
  23. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR FISIKA PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 10 MAKASSAR.doc
  24. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (TCL) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BASIS DATA KELAS XI JURUSAN REKAYASA PERANGKAT LUNAK DI SMK NEGERI 1 PURBALINGGA.pdf
  25. PENERAPAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA PADA POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON-ELEKTROLIT.pdf

2 Responses to "Panduan Langkah-Langkah Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Yang Baik dan Benar"